
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat transaksi digital mobile banking miliknya yakni Muamalat Digital Islamic Network (MDIN) tumbuh 13,04 persen (year-on-year/yoy) menjadi 2,6 juta transaksi pada Juli 2025.
Transaksi tersebut naik 13,04 persen dari periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 2,3 juta transaksi.
SEVP Operations Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan volume transaksi MDIN juga tumbuh 7,61 persen (yoy) mencapai Rp3,1 triliun untuk periode yang sama.
“Peningkatan transaksi ini didukung peningkatan jumlah pengguna dan pengembangan fitur MDIN. Per Juli 2025, MDIN yang dilengkapi 259 fitur ini sudah diunduh lebih dari satu juta kali,” kata Dedy.
Untuk memperkuat ekosistem sosial syariah, pada Juli 2025, ditambahkan fitur-fitur baru pada MDIN. Fitur baru tersebut antara lain donasi melalui lembaga amil zakat nasional Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) seperti DT Peduli Palestina dan DT Peduli Zakat.
Sementara itu, jenis transaksi favorit nasabah di MDIN di antaranya transfer uang, QRIS dan isi ulang uang elektronik. Oleh karena itu, Perseroan terus menggandeng mitra strategis untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan transaksi nasabah di MDIN.
“Kami terus menggandeng mitra strategis untuk menambah layanan di MDIN, seperti top up uang elektronik. Dengan begitu, fitur dan layanan di MDIN semakin relevan memenuhi kebutuhan transaksi finansial dan nonfinansial nasabah,” kata Dedy.
Ia mengatakan Bank Muamalat sangat serius untuk terus meningkatkan digitalisasi layanan seiring peningkatan jumlah nasabah generasi Z yang butuh layanan yang praktis, cepat, dan bisa diakses dari genggaman.
Oleh karena itu, Bank Muamalat juga berinvestasi pada pengembangan platform digital yang lebih ramah pengguna (user-friendly).
Untuk menjaga keamanan transaksi digital nasabah, Bank Muamalat senantiasa melakukan edukasi bagi nasabah dan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam melakukan transaksi keuangan secara digital.