Dua Pria Diduga Dianiaya di Depok, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis

Dua Pria Diduga Dianiaya di Depok, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis

Mayat (foto: freepik)

Dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) diduga menjadi korban penganiayaan di Gang Swadaya Emas, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Jumat 2 Januari 2026 dini hari. Dalam peristiwa tersebut, korban WAT meninggal dunia.

“Satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban meninggal dunia diketahui berinisial WAT, seorang buruh harian lepas, warga Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).

Budi menyampaikan, korban lainnya berinisial DN, yang berprofesi sebagai tukang parkir, mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh akibat kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat Polsek Cimanggis menerima informasi adanya dua orang yang diduga menjadi korban penganiayaan dan ditemukan berada di dalam sebuah mobil boks sekitar pukul 04.30 WIB.

Soal Bencana Sumatera, Prabowo Tegaskan Tak Menolak Bantuan asal Tulus

Soal Bencana Sumatera, Prabowo Tegaskan Tak Menolak Bantuan asal Tulus

Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka terhadap masyarakat yang ingin berperan dalam memberikan bantuan atau menyumbang untuk penanganan bencana di Sumatera. Ia memastikan, tangan pemerintah selalu terbuka dan tidak menutup diri atas bantuan dari rakyat untuk rakyat.

“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan, asal bantuannya itu jelas ya,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Prabowo mempersilakan jika ada masyarakat atau pihak-pihak yang memang dengan tulus ingin ikut membantu para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Jadi tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan, silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini, nanti dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan. Kalau memang dia membantu, umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu di Aceh, ya monggo silakan, nanti kita salurkan,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan kembali perihal sikap pemerintah yang terbuka terhadap penerimaan bantuan. Namun, pemerintah ingin memastikan bantuan tersebut harus jelas secara mekanisme dan prosedur.

Geger, Tas ‘Merah Putih’ Diduga Bom Ditemukan di Pintu Tol Semarang

Geger, Tas 'Merah Putih' Diduga Bom Ditemukan di Pintu Tol Semarang

Benda diduga bom ditemukan di pintu tol Semarang

Penemuan tas diduga berisi bom di pintu Tol Dalam Kota ABC Semarang, tepatnya di depan swalayan, mengegerkan warga. Tim Gegana Polda Jawa Tengah setelah mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Banyumanik Semarang, Kompol Hengky Prasetyo, mengatakan temuan benda mencurigakan ini berawal dari laporan warga dan tim Bankom Polrestabes Semarang yang sedang berpatroli menjelang akhir tahun. Mereka menemukan tas besar bergambar merah putih yang diduga berisi bom tergeletak di pinggir jalan tol.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Banyumanik. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada Tim Gegana Brimob Polda Jateng untuk dilakukan identifikasi terhadap benda mencurigakan tersebut.

Setelah Tim Gegana tiba dan mensterilkan area, petugas langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk melakukan identifikasi. Setelah sekitar 30 menit berselang, tas yang diduga berisi bom tersebut, dari deteksi awal adanya sinyal merah menyala, kemudian diamankan dan dibawa untuk diperiksa lebih lanjut oleh Tim Gegana.

Temuan tas mencurigakan di pinggir jalan tol ini membuat warga dan pengguna jalan tol yang melintas terkejut serta menyebabkan kemacetan. Polisi pun memberlakukan contra flow untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Saat ini situasi sudah kondusif,” ujar Kapolsek, Selasa (30/12/2025).

Kas138

Prakiraan Cuaca Jabodetabek di Awal Pekan: Waspada Hujan Lebat pada Siang dan Sore Hari

Prakiraan Cuaca Jabodetabek di Awal Pekan: Waspada Hujan Lebat pada Siang dan Sore Hari

Cuaca di Jabodetabek

Masyarakat di wilayah Jabodetabek diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca buruk pada Senin (29/12/2025), khususnya pada siang hingga sore hari. 

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi atmosfer diperkirakan didominasi awan tebal dengan peluang hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah.

Pada pagi hari, cuaca umumnya berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu, dan menjelang siang peluang hujan ringan mulai meluas ke beberapa wilayah Jabodetabek.

Memasuki siang hari, intensitas hujan diperkirakan meningkat. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur beberapa wilayah, antara lain Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta Kota dan Kabupaten Bogor.

Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar (Puteranegara)

 Polri terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatra dengan mengerahkan alat berat serta membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.

1. Wakapolri Dorong Percepatan

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Aceh, dan Kapolda Sumatera Barat, dibutuhkan langkah cepat dengan memperbanyak serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak.

“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” kata Dedi saat meninjau langsung Posko Logistik Polda Sumut, Kualanamu, Deli Serdang, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Untuk wilayah Aceh, Polri telah menyiapkan data dan terus melakukan pembaruan terkait kebutuhan di lapangan. Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan, terdiri atas ekskavator, buldoser, hingga dump truck.

“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” ujar Dedi.

Sementara itu, di Aceh Tamiang juga telah disiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan diperbantukan. Adapun di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan terbilang cukup banyak.

“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik. Data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” ucap Dedi.

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Kampung Haji Hingga Bencana Sumatera

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Kampung Haji Hingga Bencana Sumatera

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Kampung Haji Hingga Bencana Sumatera

 Presiden Prabowo Subianto, kembali menerima sejumlah Menteri dari kabinetnya untuk membahas sejumlah agenda strategis. Pertemuan digelar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 Desember 2025.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, ada tiga agenda strategis yang dibahas. Pembahas pertama berkaitan dengan pembangunan Kampung Haji yang sebelumnya telah disepakati oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jemaah Haji Indonesia akan memiliki tempat sendiri selama melaksanakan Ibadah Haji,” ujar Teddy.

Pembahasan kedua meliputi ketersediaan dan distribusi LPG serta bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera. Teddy juga mengungkap kesiapan pasokan energi Nasional juga dibahas menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Ketersediaan dan distribusi pasokan LPG dan BBM pada 3 provinsi terdampak di Sumatera. Serta kesiapan pasokan energi nasional selama periode Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia,” tambah Teddy.

Selain itu, pertemuan juga membahas pemulihan terhadap tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana.

Korban Terjepit di Dalam Bus, Evakuasi Kecelakaan Maut Exit Tol Krapyak Berlangsung Berjam-jam

Korban Terjepit di Dalam Bus, Evakuasi Kecelakaan Maut Exit Tol Krapyak Berlangsung Berjam-jam

Kecelakaan Maut Exit Tol Krapyak

Proses evakuasi korban kecelakaan bus di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, berlangsung dramatis dan memakan waktu berjam-jam. Sejumlah penumpang dilaporkan terjepit di dalam badan bus yang ringsek setelah kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan dan terguling pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Bus penumpang milik PO Cahaya Trans dengan rute Jakarta–Yogyakarta itu mengangkut 34 penumpang. Saat kejadian, bus bernompol B 7201 IV itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, lalu terguling. Benturan keras membuat bagian atas kabin bus ringsek dan menjepit beberapa penumpang.

Petugas gabungan dari Basarnas Semarang, kepolisian, dan tim medis harus menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian badan bus guna mengeluarkan korban yang terjepit. Kondisi gelap dan struktur bus yang rusak parah membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh kehati-hatian.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan sebagian besar korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam bus.

“Beberapa korban berada di posisi sulit dijangkau karena terhimpit rangka bus. Proses evakuasi membutuhkan waktu lebih dari tiga jam,” kata Budiono.

Ladangtoto

BNPB Minta Warga Perhatikan Keselamatan Listrik Pascabencana di Sumatera

BNPB Minta Warga Perhatikan Keselamatan Listrik Pascabencana di Sumatera

Bencana alam di Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatera untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kelistrikan, seiring proses pemulihan yang masih berlangsung secara bertahap di sejumlah lokasi dengan tingkat kerusakan parah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa dalam penanganan pascabencana, fokus utama adalah memastikan tidak muncul risiko keselamatan baru ketika aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki kerusakan, tetapi juga mengelola risiko agar warga dapat kembali beraktivitas dengan aman. Di sejumlah wilayah terdampak, kondisi lapangan masih memerlukan kehati-hatian,” ujar Abdul Muhari, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, bahwa fase pascabencana merupakan periode transisi yang sensitif. Pada tahap ini, lingkungan belum sepenuhnya pulih, sementara aktivitas masyarakat mulai meningkat, termasuk pemanfaatan kembali fasilitas dan layanan dasar.

Menurut Abdul Muhari, dari perspektif kebencanaan, lingkungan pascabencana yang masih basah dan berlumpur diperlakukan sebagai kondisi berisiko karena belum sepenuhnya aman untuk aktivitas normal. Keberadaan air dan material sisa bencana di sekitar permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi pengungsian dapat meningkatkan potensi bahaya, terutama saat fasilitas kelistrikan kembali digunakan.

Terjatuh dari Motor, Pemuda 21 Tahun Tewas Terlindas Bus Mini Transjakarta

Terjatuh dari Motor, Pemuda 21 Tahun Tewas Terlindas Bus Mini Transjakarta

Kecelakaan Lalu lintas (foto: Freepik)

 Seorang pengendara sepeda motor tewas di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan. Setelah terjatuh, pemotor yang bernama M. Akmal Haikal (21) itu tertabrak bus Mini Transjakarta.

Kejadiannya Rabu, 17 Desember 2025. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, di dekat Gedung Tanam Gigi, kawasan Pakubuwono. Korban saat kejadian mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B-5329-SAR. Polisi menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Barat menuju Timur.

“Korban saat itu melaju dari arah Barat menuju Timur. Diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi, sehingga sepeda motor yang dikendarainya tergelincir dan terjatuh di badan jalan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, Kamis (18/12/2025). 

Nahas, beberapa saat setelah korban terjatuh, dari arah belakang melaju bus Minitrans yang dikemudikan Waryanto (47). Jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi bus tidak sempat menghindar, hingga akhirnya menabrak sepeda motor korban yang sudah tergeletak di jalan.

Pemerintah Soroti Pentingnya Integrasi Data sebagai Pusat Kebijakan

Pemerintah Soroti Pentingnya Integrasi Data sebagai Pusat Kebijakan

Pemerintah Soroti Pentingnya Integrasi Data sebagai Pusat Kebijakan

 Pemerintah  dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  memastikan perannya sebagai policy hub atau pusat kebijakan yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.

Sekretaris BSKDN Noudy R.P. Tendean mengatakan, perubahan lanskap pembangunan nasional menuntut tata kelola pemerintahan yang adaptif, responsif, dan berbasis data.

“Perencanaan strategis kini bukan lagi sekadar formalitas, tetapi instrumen yang menentukan arah pembangunan agar selaras dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029,”ujarya dalam sebuah seminar di Jakarta, dikutip, Selasa (16/12/2025).

Karena itu, kata dia, kehadiran BSKDN sebagai policy hub menjadi sangat penting untuk menjembatani kompleksitas isu, menganalisis data lintas sektor, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih akurat dan implementatif.

Dia menekankan perlunya penguatan mekanisme analisis dan evaluasi kebijakan agar setiap rekomendasi yang dikeluarkan BSKDN memiliki dasar yang kuat dan relevan.

“Selain itu, integrasi data dan inovasi kebijakan dipandang krusial untuk membangun ekosistem pengetahuan yang mampu mendukung pengambilan keputusan di lingkungan Kemendagri maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta modernisasi proses bisnis juga disebut sebagai elemen penting dalam mewujudkan peran BSKDN sebagai simpul kebijakan nasional di bidang pemerintahan dalam negeri.

“Dengan penguatan sistem analisis dan data yang terintegrasi, setiap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan BSKDN akan lebih akurat, relevan, dan berdampak nyata. Ini yang ingin kita bangun sebagai fondasi Policy Hub Kemendagri,” tutup Noudy.